Sabtu, 17 Oktober 2026Aktual, Faktual, Terpercaya.
BREAKING NEWS
Berita

Abu Anak Krakatau Mengarah ke Lebak, DLH Uji Udara 24 Jam

Caption: Tiga alat pengambilan sampel kualitas udara ambien selama 24 jam, masih diterapkan untuk memantau dampak sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau di halaman DLH Lebak 

INFORUHAY LEBAK – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Lebak memasang alat pengambilan sampel kualitas udara ambien selama 24 jam untuk memantau dampak sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau.

Langkah tersebut dilakukan menyusul erupsi Gunung Anak Krakatau yang menyebabkan sebaran abu vulkanik ke sejumlah wilayah Banten dan daerah lainnya. BMKG juga mengintensifkan pemantauan selama 24 jam terhadap sebaran abu, kondisi atmosfer, penerbangan, dan laut di sekitar Selat Sunda.

Kepala DLH Kabupaten Lebak, Irvan Suyatupika, mengatakan pengambilan sampel selama 24 jam diperlukan untuk memperoleh gambaran kondisi udara secara lebih representatif.

“DLH Kabupaten Lebak melakukan pemasangan alat pemantauan kualitas udara ambien dengan pengambilan sampel selama 24 jam. Ini kami lakukan untuk mengetahui secara lebih representatif dampak sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau terhadap kualitas udara di wilayah yang terdampak,” ujar Irvan. Senin (7/9/2026).

Menurut Irvan, pemantauan difokuskan untuk mengetahui konsentrasi partikulat di udara, termasuk partikel yang berpotensi meningkat akibat sebaran abu vulkanik.

Sampel yang diperoleh selanjutnya akan dianalisis untuk mengetahui tingkat paparan dan kondisi kualitas udara. Hasil pengukuran kemudian dibandingkan dengan baku mutu udara ambien yang berlaku.

“Data hasil pengukuran akan kami analisis untuk melihat tingkat paparan dan kondisi kualitas udara, kemudian dibandingkan dengan baku mutu yang berlaku,” katanya.

Hasil pemantauan tersebut akan menjadi bahan teknis DLH Lebak dalam memberikan rekomendasi kepada pemerintah daerah, terutama apabila ditemukan peningkatan konsentrasi partikulat yang berpotensi mengganggu kualitas udara.

Perhatian khusus akan diberikan kepada kelompok rentan seperti anak-anak, lanjut usia, serta masyarakat yang memiliki gangguan pernapasan.

Di tengah pemantauan tersebut, masyarakat diminta tetap waspada dan mengurangi paparan abu vulkanik. Warga juga dianjurkan menggunakan masker ketika beraktivitas di luar ruangan, terutama apabila debu atau abu vulkanik kembali terlihat.

Pemantauan kualitas udara ini diharapkan dapat memberikan dasar pengambilan keputusan yang lebih terukur sehingga langkah perlindungan masyarakat dapat disesuaikan dengan kondisi aktual di lapangan. (*)

Tinggalkan komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *