Sabtu, 17 Oktober 2026Aktual, Faktual, Terpercaya.
BREAKING NEWS
Daerah

Hari Tani di Lebak, Hasbi Dorong Hasil Panen Lokal Masuk Program MBG

Caption: Bupati Lebak Mochamad Hasbi Asyidiki Jayabaya tengah menyalurkan bantuan kepada petani di momentum Hari Tani Nasional yang digelar oleh Tani Merdeka Indonesia (TMI) DPD Lebak

INFORUHAY, LEBAK – Bupati Lebak Mochamad Hasbi Asyidiki Jayabaya mendorong hasil pertanian lokal tidak hanya berhenti di pasar tradisional, tetapi dapat masuk ke rantai pasok program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Dorongan itu disampaikan Hasbi saat menghadiri puncak peringatan Hari Tani Nasional ke-66 yang digelar DPN Tani Merdeka Indonesia di Kabupaten Lebak, Selasa (23/9/2026).

Menurut Hasbi, program MBG dapat menjadi peluang bagi petani untuk memperluas pasar sekaligus meningkatkan penyerapan hasil panen lokal.

“Artinya hasil-hasil bumi, hasil panen ataupun hasil tani ini bisa disalurkan. Ini tinggal bagaimana regulator, dalam hal ini Badan Gizi Nasional, bisa mengakomodir,” kata Hasbi.

Ia menilai keterlibatan produk pertanian lokal dalam rantai pasok MBG perlu diatur dengan baik agar manfaat program pemerintah juga dirasakan petani.

Selain pasar, Hasbi menyoroti pentingnya penguatan kelompok tani. Ia menyebut petani yang belum tergabung dalam kelompok dapat mengalami keterbatasan dalam mengakses sejumlah program subsidi dan bantuan pemerintah.

“Kalau tidak memiliki kelompok mereka tidak bisa mendapatkan manfaat subsidi bantuan dari pemerintah,” ujarnya.

Hasbi juga meminta Dinas Pertanian bersama tokoh petani mencari langkah agar semakin banyak petani bergabung dalam kelompok tani.

Sementara itu, Ketua Umum DPN Tani Merdeka Indonesia Don Muzakir mengatakan momentum Hari Tani Nasional harus menjadi ruang untuk memperkuat sektor pertanian, termasuk melalui reforma agraria, penyelesaian konflik lahan, serta pemberdayaan petani.

Don juga menyebut potensi pengembangan komoditas seperti singkong, tebu, dan jagung. Di Lebak, Tani Merdeka Indonesia mengklaim telah menyiapkan sekitar 40 hektare lahan untuk pengembangan tanaman tebu yang diarahkan memenuhi kebutuhan industri pengolahan.

Ketua DPD Tani Merdeka Indonesia Kabupaten Lebak Elen Herdiyansah menegaskan persoalan utama petani bukan sekadar program, tetapi kepastian dari hulu hingga hilir.

“Petani tidak membutuhkan terlalu banyak janji. Petani membutuhkan kepastian pupuk, kepastian produksi, kepastian pendampingan, dan kepastian pasar dan harga,” tegas Elen.

Peringatan Hari Tani Nasional di Lebak pun menyoroti tantangan sektor pertanian, mulai dari akses subsidi dan pendampingan hingga perluasan pasar hasil panen melalui program pemerintah seperti MBG.(*)

Tinggalkan komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *