Caption: Ketua Umum DPN Tani Merdeka Indonesia (TMI) Don Muzakir
INFORUHAY, LEBAK – Ketua Umum DPN Tani Merdeka Indonesia (TMI) Don Muzakir menyoroti sejumlah persoalan yang masih dihadapi petani, mulai dari reforma agraria, harga hasil pertanian, pupuk, hingga keterlibatan petani dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Hal itu disampaikan Don Muzakir dalam orasi kebangsaan bertema “Petani Kuat, Pangan Berdaulat, Indonesia Bermartabat” pada peringatan Hari Tani Nasional ke-66 di Alun-Alun Timur Rangkasbitung, Kabupaten Lebak, Kamis (24/9/2026).
Kegiatan yang berlangsung sekitar pukul 15.35 hingga 16.30 WIB tersebut diikuti sekitar 350 peserta. Hadir di antaranya jajaran TMI dari tingkat pusat, Banten, Lebak, serta para anggota dan tamu undangan.
Dalam orasinya, Don Muzakir mengatakan Hari Tani Nasional menjadi momentum untuk kembali mendorong terwujudnya reforma agraria dan peningkatan kesejahteraan petani.
Menurutnya, persoalan konflik agraria, sengketa pertanahan, serta ketimpangan penguasaan tanah masih perlu mendapatkan perhatian dan penyelesaian secara nyata.
“Sudah 66 tahun lamanya, sejak era Presiden Soekarno hingga Presiden Prabowo Subianto, masyarakat dan para petani terus menantikan terwujudnya reforma agraria,” kata Don dalam orasinya.
Selain persoalan agraria, Don juga menyoroti kebijakan pemerintah di sektor pertanian, termasuk dukungan harga hasil pertanian, alat dan mesin pertanian, irigasi, serta berbagai program untuk mendorong swasembada pangan.
Ia meminta seluruh jajaran TMI ikut mengawal pelaksanaan program pemerintah agar tepat sasaran dan manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat.
Don juga menyinggung program MBG yang dinilainya memiliki potensi membuka pasar bagi produk pertanian lokal. Menurutnya, hasil produksi petani seperti sayuran, buah-buahan, singkong, telur dan komoditas pangan lainnya dapat masuk dalam rantai pasok program tersebut.
“Program MBG tidak hanya berkaitan dengan pemenuhan gizi, tetapi juga dapat memberikan dampak terhadap perekonomian masyarakat dan kesejahteraan petani,” ujarnya.
Namun, ia menekankan pentingnya pengawasan terhadap pelaksanaan program tersebut agar berjalan transparan, sesuai aturan dan tidak disalahgunakan.
Don meminta TMI di tingkat daerah untuk turun langsung ke desa dan mendengarkan persoalan yang dihadapi petani.
“Organisasi tani harus hadir di tengah masyarakat, bukan hanya ketika ada kegiatan seremonial, tetapi juga ketika rakyat membutuhkan pendampingan dan perjuangan untuk mendapatkan hak-haknya,” katanya.
Sementara itu, perwakilan DPP TMI Aiman mengajak anggota organisasi untuk menjaga ketahanan pangan sekaligus mengawal program pemerintah di bidang pertanian.
Ia menyebut dukungan terhadap petani, seperti akses pupuk, alat dan mesin pertanian serta perlindungan sosial, perlu terus diawasi agar tepat sasaran.
Peringatan Hari Tani Nasional tersebut turut dihadiri Ketua DPD TMI Lebak Elen Herdiyansyah, Ketua DPW TMI Banten Abah Yuki, Yudi Kurniawan dari DPC TMI Jawa Barat, Ketua Pelaksana Hari Tani Nasional Agus Hiplunudin, serta anggota TMI Kabupaten Lebak. (*)

