Caption: Ketua Umum DPN Tani Merdeka Indonesia Don Muzakir tengah berorasi
INFORUHAY, LEBAK – Lebih dari 2.000 petani memadati Alun-alun Timur Kabupaten Lebak, Banten, dalam peringatan Hari Tani Nasional ke-66 yang digelar DPN Tani Merdeka Indonesia, Kamis (24/9/2026).
Dalam Orasi Kebangsaan, Ketua Umum DPN Tani Merdeka Indonesia Don Muzakir menyerukan agar petani ikut mengawal pelaksanaan program pemerintah, terutama yang berkaitan dengan pertanian, ketahanan pangan dan reforma agraria.
“Petani harus bersatu. Kita harus terus mengawal program pangan dan seluruh program pemerintah yang menyentuh kepentingan rakyat,” kata Don Muzakir.
Don juga menyoroti pengesahan Undang-Undang Pengaturan Reforma Agraria oleh DPR RI pada 22 September 2026. Menurutnya, aturan tersebut menjadi momentum penting bagi petani, terutama dalam persoalan kepastian hak atas tanah.
“UU Reforma Agraria yang telah disahkan DPR RI ini adalah kado besar untuk petani pada Hari Tani Nasional ke-66. Kita siap mengawal pelaksanaannya,” ujarnya.
Ia mengatakan persoalan sengketa dan konflik agraria masih menjadi perhatian petani. Karena itu, implementasi aturan tersebut dinilai perlu dikawal agar memberikan kepastian hukum bagi masyarakat yang menggarap lahan.
Selain reforma agraria, Don Muzakir menyoroti kebutuhan petani terhadap pupuk, irigasi, alat dan mesin pertanian, pembiayaan serta kepastian harga hasil panen.
“Kalau ada pupuk yang sulit didapat, harga panen bermasalah, atau persoalan irigasi dan lahan, sampaikan. Petani juga harus ikut mengawal dan menyampaikan kondisi sebenarnya di lapangan,” katanya.
Dalam kegiatan tersebut, massa juga membawa sejumlah spanduk berisi dukungan dan ucapan terima kasih kepada Presiden Prabowo Subianto atas kebijakan pemerintah di sektor pertanian.
Don menyebut aspirasi petani tidak hanya berkaitan dengan produksi pangan. Petani juga meminta perhatian terhadap perlindungan kesehatan dan pendidikan bagi keluarga petani.
Salah satu aspirasi yang disampaikan yakni akses BPJS Kesehatan gratis bagi petani.
“Petani bukan hanya membutuhkan lahan dan produksi yang baik, tetapi juga perlindungan kesehatan bagi dirinya dan keluarganya,” ujar Don.
Ia menegaskan peringatan Hari Tani Nasional bukan sekadar kegiatan seremonial, tetapi menjadi ruang bagi petani untuk menyampaikan persoalan dan mengawal kebijakan pemerintah.
“Kita bersatu, kita kawal program pemerintah dan kita sampaikan apa yang masih menjadi persoalan di lapangan. Harapannya petani semakin kuat dan pertanian Indonesia semakin maju,” katanya. (*)

