Sabtu, 17 Oktober 2026Aktual, Faktual, Terpercaya.
BREAKING NEWS
Daerah

Pancaroba di Lebak, Dinkes Sebut ISPA, Diare dan DBD Paling Dominan

 

Caption: (Gambar Ilustrasi)

INFORUHAY LEBAK – Pergantian musim dari kemarau menuju hujan mulai meningkatkan kewaspadaan terhadap sejumlah penyakit di Kabupaten Lebak, Banten. Namun, Dinas Kesehatan (Dinkes) Lebak memastikan kondisi saat ini masih terkendali dan belum menunjukkan adanya kejadian luar biasa (KLB).

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Lebak, Nining Tilawah, mengatakan tren penyakit pada musim pancaroba tahun ini masih relatif sama dibandingkan periode sebelumnya.

“Trend penyakit tidak ada peningkatan yang luar biasa, jumlah kasus pun tidak jauh berbeda dengan tahun lalu,” kata Nining.

Menurutnya, sejumlah penyakit yang perlu diwaspadai masyarakat saat perubahan cuaca antara lain Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA), diare dan Demam Berdarah Dengue (DBD).

Data Dinkes Lebak mencatat, pada Agustus 2025 terdapat 121 kasus DBD, 16.170 kasus ISPA dan 1.015 kasus diare.

“Dalam batas wajar, tidak ada KLB,” tegas Nining.

Ia menjelaskan, perubahan cuaca dapat memengaruhi kondisi tubuh sekaligus meningkatkan risiko munculnya penyakit. Pada kasus DBD, genangan air bersih yang tidak bersentuhan langsung dengan tanah berpotensi menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk Aedes aegypti.

Sementara itu, persoalan sanitasi menjadi salah satu faktor yang berpengaruh terhadap penyakit seperti diare, ISPA hingga tuberkulosis (TBC).

Untuk mengantisipasi peningkatan kasus, Dinkes Lebak terus melakukan edukasi kepada masyarakat mengenai perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS).

Pemantauan juga dilakukan secara rutin oleh puskesmas dan RSUD melalui Sistem Kewaspadaan Dini dan Respon (SKDR) setiap pekan, khususnya terhadap penyakit yang berpotensi menimbulkan KLB.

“Logistik obat sementara ini dalam kondisi aman, dan apabila terjadi lonjakan penyakit dapat berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan Provinsi Banten atau Kementerian Kesehatan,” jelas Nining.

Untuk pencegahan DBD, fogging tidak dilakukan secara sembarangan, tetapi berdasarkan kriteria tertentu. Sedangkan kegiatan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) dilakukan secara serentak dan dapat dirangkaikan dengan kegiatan Jumat Bersih.

Dinkes juga mengingatkan masyarakat menerapkan gerakan 3M Plus, yakni menguras tempat penampungan air secara rutin, menutup tempat penyimpanan air, serta mengubur atau menyingkirkan barang bekas yang berpotensi menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk.

Upaya tambahan seperti menggunakan pakaian panjang, memasang kawat kasa dan menggunakan obat antinyamuk juga dianjurkan.

Untuk mencegah ISPA, masyarakat diminta rajin mencuci tangan menggunakan sabun dan air mengalir, memakai masker terutama ketika sedang sakit, memperbanyak minum air putih serta menjaga kondisi tubuh.

Nining juga meminta masyarakat segera mendapatkan pemeriksaan medis apabila mengalami kondisi darurat seperti nyeri dada, sesak napas, perdarahan hebat atau penurunan kesadaran.

“Apabila merasa sakit untuk segera mendapatkan pemeriksaan,” pungkasnya.

Tinggalkan komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *