Sabtu, 17 Oktober 2026Aktual, Faktual, Terpercaya.
BREAKING NEWS
Daerah

188 Warga Ikut Tracking TBC Terintegrasi CKG di Cigemblong, Target Langsung Terlampaui

Caption: Kepala Puskesmas Cigemblong Tb Emul Mulyawan tengah menyampaikan materi CKG 

INFORUHAY LEBAK – Antusiasme warga mengikuti layanan kesehatan gratis terlihat di Desa Cigemblong, Kecamatan Cigemblong, Kabupaten Lebak, Banten. Sebanyak 188 warga mengikuti Tracking Tuberkulosis (TBC) yang terintegrasi dengan program Cek Kesehatan Gratis (CKG) di Puskesmas Cigemblong, Rabu (7/10/2026).

Jumlah peserta tersebut jauh melampaui target awal yang ditetapkan sebanyak 100 orang. Warga datang untuk menjalani pemeriksaan kesehatan sekaligus mengetahui kondisi tubuh mereka sejak dini.

Kepala Puskesmas Cigemblong, Tb. Emul Mulyawan, mengatakan tingginya jumlah peserta menunjukkan layanan CKG mendapat respons positif dari masyarakat.

“Masyarakat merasa senang dengan adanya Cek Kesehatan Gratis. Dari awalnya target hanya 100 orang, ternyata yang hadir sebanyak 188 orang,” ujar Emul.

Menurutnya, capaian tersebut menjadi sinyal positif meningkatnya kesadaran masyarakat untuk melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala.

Selain pemeriksaan kesehatan, kegiatan ini juga diarahkan untuk menemukan lebih awal warga yang memiliki gejala maupun faktor risiko TBC.

Ketua Tim Tracking TBC Terintegrasi CKG, Bidan Siti Rukiah, mengatakan pemeriksaan dilakukan sebagai bagian dari upaya deteksi dini TBC sekaligus memperluas akses layanan kesehatan bagi masyarakat.

“Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya kita untuk melakukan deteksi dini. Dengan adanya pemeriksaan yang terintegrasi dengan CKG, masyarakat tidak hanya mendapatkan pemeriksaan kesehatan secara gratis, tetapi juga dapat mengetahui kondisi kesehatannya lebih awal,” kata Siti.

Ia menyebut antusiasme warga yang melebihi target menjadi dorongan bagi tenaga kesehatan untuk terus memperkuat pelayanan dan edukasi terkait TBC.

Melalui kegiatan tersebut, Puskesmas Cigemblong berharap masyarakat semakin peduli terhadap kesehatan dan tidak menunda pemeriksaan ketika mengalami gejala yang mengarah pada TBC.

Deteksi sejak dini dinilai penting agar warga yang membutuhkan penanganan dapat segera mendapatkan layanan kesehatan, sekaligus membantu menekan risiko penularan TBC di lingkungan masyarakat. (*)

Tinggalkan komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *