Caption : Roma Harianto, Ketua PGIN Lebak
INFORUHAY, LEBAK – Transformasi digital di tubuh Perkumpulan Guru Inpassing Nasional (PGIN) mulai diwujudkan. Melalui program penerapan Kartu Tanda Anggota (KTA) digital, PGIN Kabupaten Lebak mewajibkan seluruh anggotanya memiliki identitas resmi berbasis sistem digital sebagai langkah awal penataan data dan modernisasi organisasi.
Demi merealisasikan program tersebut, Dewan Pengurus Cabang (DPC) PGIN Kabupaten Lebak menggelar Sosialisasi Pembuatan KTA, Rabu (26/11/2025) di Rangkasbitung. Program ini sekaligus menjadi bagian dari upaya penguatan basis data keanggotaan agar lebih valid, terstruktur, dan terintegrasi dengan sistem pusat.
Ketua DPC PGIN Lebak, Roma Harianto S.Pd.I, menegaskan bahwa penerapan KTA digital bukan sekadar formalitas, tetapi menjadi identitas resmi setiap anggota sekaligus fondasi pembenahan organisasi menuju era modern.
“Kegiatan ini adalah bagian dari transformasi digital PGIN. KTA bukan hanya kartu biasa, tetapi identitas resmi yang harus dimiliki dan dibanggakan oleh seluruh anggota,” ujar Roma.
Roma menambahkan, kebijakan ini selaras dengan arahan Ketua Umum PB PGIN mengenai revitalisasi organisasi dan penyamaan standar sistem administrasi dari pusat hingga daerah.
“Kami berharap seluruh anggota PGIN Lebak dapat segera memiliki KTA dan menjadi bagian dari gerakan digitalisasi yang sedang berjalan di seluruh Indonesia,” imbuhnya.
Sementara itu, Ketua DPW PGIN Banten, Deni Subhani, menyampaikan bahwa implementasi KTA digital akan membawa dampak besar terhadap tata kelola organisasi, terutama dalam hal integrasi administrasi di tingkat DPC, DPW hingga PB PGIN.
“KTA bukan hanya sebagai kartu identitas, tetapi alat untuk mempermudah proses administrasi, pendataan, dan pelaksanaan kegiatan organisasi. Dengan sistem digital, semuanya akan lebih efisien dan terdokumentasi,” jelas Deni.
Ia juga menegaskan bahwa program KTA digital merupakan bagian dari inisiatif nasional untuk memastikan seluruh anggota terdata secara formal dan menggunakan sistem yang seragam.
“Kami ingin seluruh data keanggotaan benar-benar valid, sehingga dapat digunakan dalam pengembangan program organisasi ke depan,” tegasnya.
Deni berharap seluruh DPC se-Provinsi Banten segera melakukan pemutakhiran data dan mendaftarkan anggotanya melalui sistem digital yang telah disiapkan.
“Ini bukan hanya tentang kartu, tetapi simbol profesionalisme dan kesiapan organisasi menghadapi tantangan era digital,” pungkasnya. (cupek)








