Inforuhay – Ketua TP PKK Kabupaten Lebak, melakukan penanaman mangrove, jenis pidada dengan melibatkan. Setidaknya, ratusan pelajar hingga warga berikut kader PKK di wilayah pesisir pantai Lebak, bagian Selatan.
Ketua TP PKK Kabupaten Lebak, Belia Asyidiki Jayabaya menyampaikan bahwa penanaman 10.000 bibit mangrove jenis pidada di kawasan pesisir, sebuah langkah strategis dalam mitigasi perubahan iklim dan abrasi pesisir.
”Tujuannya, yakni untuk menekan risiko bencana sedini mungkin dan juga untuk memperkuat ekosistem pesisir dalam mendukung keberlanjutan lingkungan,” kata Belia Asyidiki Jayabaya melalui siaran persnya yang diterima di Rangkasbitung. Minggu (23/11/2025).
Menurutnya, penanaman mangrove ini, telah dilakukan pada Sabtu 22 November 2025, kemarin. Sedangkan, pesertanya, mulai dari warga, kader PKK dan pelajar, berikut adanya keterlibatan mulai dari BPDLH, FOLU Net Sink 2030, Kementerian Kehutanan, Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Banten.
Kemudian, dari Pemerintah Kabupaten Lebak, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata, CDLHK Lebak–Tangerang, Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Lebak, BP Geopark Bayah Dome, Destana Situregen serta forkopimcam Panggarangan dan Pemerintah Desa Situregen.
”Penanaman mangrove ini menjadi salah satu kontribusi nyata dalam rehabilitasi pesisir dan dukungan terhadap target FOLU Net Sink 2030, sekaligus memperkuat ketahanan ekosistem dalam menghadapi perubahan iklim,” ungkapnya.

Sagara Asih Festival Dinilai Salahsatu Upaya Wujudkan Lebak Ruhay
Ketua TP PKK Kabupaten Lebak, Belia Asyidiki Jayabaya, juga menghadiri kegiatan Sagara Asih Festival, sebuah edukasi kebencanaan berbasis komunitas yang digelar di Kampung Gardu Timur, Kecamatan Panggarangan – Kabupaten Lebak.
Kegiatan yang diusung oleh Gugus Mitigasi Lebak Selatan (GMLS) ini bekerja sama dengan mahasiswa Universitas Multimedia Nusantara (UMN) dalam rangka pengabdian dan pembelajaran lapangan.
Melalui permainan edukatif, metode bercerita, hingga simulasi sederhana, Sagara Asih memberikan pengalaman belajar yang mudah dipahami oleh anak-anak dan warga. Program ini mengusung tiga misi utama:
1.Mengenalkan konsep kesiapsiagaan bencana sejak dini melalui pendekatan kreatif.
2.Menguatkan pemahaman masyarakat tentang jalur evakuasi, titik aman, dan risiko lingkungan sekitar.
3.Mendorong pembelajaran kebencanaan yang menyenangkan dan aplikatif dalam kehidupan sehari-hari.
Dalam kesempatan ini,
Ketua TP PKK Kabupaten Lebak, Belia Asyidiki Jayabaya mengapresiasi dan memberikan dukungan penuh dari inovasi edukasi kebencanaan yang melibatkan komunitas.
“Sagara Asih adalah contoh konkret kolaborasi yang memperkuat ketangguhan masyarakat. Edukasi kebencanaan harus dikenalkan sedini mungkin agar anak-anak paham apa yang harus dilakukan saat keadaan darurat,” ungkapnya.
Terlebih kata Belia, kegiatan salah satu upaya dalam mewujudkan Lebak RUHAY (Rukun, Unggul, Hegar, Aman, dan Yakin).
Sementara, Nashita Nasywa mahasiswi UMN yang menciptakan lagu kesiapsiagaan berjudul “Pahlawan Siaga” mengaku jika lagu pahlawan siaga ini sengaja dibuatnya.
“Lagu ini saya buat agar pesan kesiapsiagaan lebih mudah diingat dan menyenangkan. Harapan saya, anak-anak bisa mempraktikkan apa yang mereka pelajari dalam kehidupan sehari-hari,” pungkasnya. (*)













