‎Disdik Lebak Wajibkan Ayah Ambil Rapor: BKKBN Siapkan Reward Nasional

Berita158 Dilihat
banner 468x60

Caption: Ilustrasi (Foto : dok Disdik Lebak)

‎INFORUHAY LEBAK — Menyambut libur semester ganjil, Dinas Pendidikan Kabupaten Lebak resmi mengimbau seluruh ayah agar hadir langsung mengambil rapor anak pada pembagian rapor Desember 2025.

banner 336x280

‎Imbauan ini merupakan tindak lanjut dari Surat Edaran KemenDukBangga/BKKBN Nomor 14 Tahun 2025 yang menetapkan gerakan nasional “Ayah Mengambil Rapor Anak ke Sekolah.”

‎Kepala Dinas Pendidikan Lebak, Dodi Irawan, menegaskan bahwa gerakan ini diluncurkan untuk memperkuat peran ayah dalam pendidikan. Ia mengungkapkan, hasil Pendataan Keluarga (PK) 2025 menunjukkan 25,8 persen keluarga di Indonesia masuk kategori fatherless.

‎“Ini bukan sekadar seremonial. Negara ingin memastikan ayah lebih hadir dan terlibat dalam perkembangan akademik anak,” ujar Dodi, Jumat (12/12/2025).

‎Program ini berlaku bagi ayah yang memiliki anak di jenjang PAUD, pendidikan dasar, hingga pendidikan menengah. Kehadiran ayah dinilai mampu memberikan efek psikologis positif, meningkatkan komunikasi dalam keluarga, dan menumbuhkan rasa percaya diri anak.

‎Kepala DP3AP2KB Lebak, Lina Budiarti, menambahkan bahwa gerakan ini merupakan bagian dari Gerakan Ayah Teladan Indonesia (GATI). Menurutnya, penguatan peran ayah harus dimulai sejak dini dalam aspek pengasuhan, pendidikan, dan pembentukan karakter.

‎“Gerakan Ayah Mengambil Rapor Anak Ke Sekolah adalah instruksi nasional. Figur ayah sangat menentukan kualitas tumbuh kembang anak,” tegas Lina.

‎Pemerintah juga memberikan dispensasi keterlambatan kerja bagi ayah yang mengikuti kegiatan ini, sesuai kebijakan masing-masing instansi atau perusahaan.

‎Menariknya, BKKBN juga menyiapkan reward bagi 10 ayah terpilih yang mengunggah foto atau video saat pengambilan rapor menggunakan tagar #GATI dan #sekolahbersamaayah, serta menandai akun resmi @kemendukbanga_bkkbn, @ditnanrembkkbn, atau @gatikemendukbangga.

‎“Soal bentuk penghargaan, kami masih menunggu info dari pusat,” kata Lina.

‎Gerakan ini diharapkan menjadi momentum nasional untuk menekan tingginya angka fatherless sekaligus menguatkan peran ayah dalam pendidikan dan masa depan anak. (pek/JM).

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *