Hari Tani Nasional, DPD TMI Lebak Usung Semangat Reformasi dan Ketahanan Pangan

Daerah52 Dilihat

Caption: Jajaran pengurus DPD TMI Kabupaten Lebak 

INFORUHAY LEBAK – Dewan Pimpinan Daerah Tani Merdeka Indonesia (DPD TMI) Kabupaten Lebak menyiapkan rangkaian peringatan Hari Tani Nasional 2026 dengan mengusung semangat reformasi dan ketahanan pangan daerah.

Persiapan kegiatan dibahas dalam rapat pengurus DPD TMI Lebak di Kantor Sekretariat DPD TMI, Jalan Tb Hasan, Jatimulya, Kecamatan Rangkasbitung, Rabu (19/8/2026).

Ketua DPD TMI Lebak Ellen Herdyansyah mengatakan peringatan Hari Tani Nasional yang jatuh pada 24 September akan dikemas dengan semangat reformasi bagi kaum tani.

“Peringatan Hari Tani Nasional kali ini akan membawa semangat reformasi,” kata Ellen, Kamis (20/8/2026).

Ia menyebut peringatan tersebut memiliki landasan formal, di antaranya UU Nomor 5 Tahun 1960 tentang Peraturan Dasar Pokok-Pokok Agraria dan Keputusan Presiden Nomor 169 Tahun 1963 tentang Hari Tani. Isu pertanian juga akan dikaitkan dengan agenda pembangunan berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs).

Ketua Pelaksana Peringatan Hari Tani Nasional DPD TMI Lebak, Agus Hiplunudin, mengatakan pihaknya mengusung tema “Bersama Petani Kita Wujudkan Ketahanan Pangan di Kabupaten Lebak.”

“Peringatan Hari Tani Nasional kali ini akan kita konsepkan membawa semangat reformasi dan bernuansa otonomi daerah,” ujar Agus.

Rangkaian kegiatan dijadwalkan berlangsung pada 24-26 September 2026 di Alun-alun Rangkasbitung. Kegiatan akan melibatkan petani dari berbagai wilayah di Kabupaten Lebak.

Panitia juga menyiapkan stan bazar untuk memamerkan produk-produk unggulan hasil pertanian petani Lebak. Selain itu, akan digelar dialog publik, berbagai perlombaan dan hiburan.

Agus mengatakan dialog publik tersebut direncanakan dihadiri Bupati Lebak Mochamad Hasbi Asyidiki Jayabaya.

“Dialog ini menjadi simbol kedekatan antara pemimpin dan rakyatnya, mengingat mayoritas warga Lebak adalah para petani,” tuturnya.

Peringatan Hari Tani Nasional tersebut diharapkan menjadi ruang untuk memperkuat peran petani sekaligus mendorong ketahanan pangan di Kabupaten Lebak.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *