Caption: Mohamad Iyos Rosyid atau Bung Yos, akademisi STISIP Banten Raya.
LEBAK INFORUHAY – Kebakaran yang terjadi di Kampung Keusik 3, RT 004/RW 010, Desa Keusik, Kecamatan Banjarsari, Kabupaten Lebak, mendapat sorotan akademisi STISIP Banten Raya, Mohamad Iyos Rosyid atau Bung Yos.
Bung Yos menilai pemerintah dan aparat tidak cukup hanya menangani dampak setelah kebakaran terjadi. Menurutnya, aspek pencegahan, mitigasi, kesiapsiagaan hingga penelusuran penyebab kebakaran harus menjadi perhatian serius.
“Persoalan kebakaran bukan hanya ketika api sudah muncul. Yang paling penting bagaimana membangun sistem pencegahan, mitigasi dan kesiapsiagaan sejak awal,” ujar Bung Yos, Rabu (9/9/2026).
Ia juga menyoroti informasi yang beredar di media sosial terkait dugaan pemicu kebakaran. Dalam sejumlah video yang beredar, terdapat klaim mengenai limbah triplek di area kebun serta dugaan api sengaja dinyalakan.
Namun, Bung Yos menegaskan dugaan tersebut perlu dibuktikan melalui penyelidikan aparat penegak hukum.
“Peran penegak hukum sangat penting untuk mengetahui apakah kejadian ini disengaja atau tidak, sehingga proses hukum bisa berjalan maksimal,” katanya.
Selain penelusuran penyebab, ia meminta Pemkab Lebak bersama pemerintah kecamatan dan desa melakukan pemetaan kawasan rawan kebakaran, terutama di tengah kondisi kemarau yang meningkatkan risiko kebakaran.
Edukasi masyarakat, jalur pelaporan yang jelas, simulasi evakuasi, ketersediaan sarana pendukung serta penguatan kapasitas relawan dinilai perlu diperkuat.
“Pemerintah tidak bisa bekerja sendiri. Masyarakat harus menjadi bagian dari sistem pencegahan. Kesadaran, koordinasi dan kesiapsiagaan harus dibangun bersama,” pungkasnya. (*)

