Caption: Bupati Lebak Mochamad Hasbi Asyidiki Jayabaya dan Wakil Bupati Lebak Amir Hamzah.
INFORUHAY LEBAK – Pemerintah Kabupaten Lebak menargetkan percepatan pembangunan infrastruktur desa melalui program Jalan Poros Desa Produktif sebagai bagian dari visi pembangunan Lebak Ruhay.
Program ini masuk dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Lebak 2025–2029 dan ditetapkan sebagai salah satu Proyek Strategis Daerah (PSD).
Program tersebut dirancang untuk memperkuat konektivitas antarwilayah desa sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat.
Jalan poros desa produktif akan menghubungkan kawasan permukiman dengan pusat kegiatan ekonomi sehingga mempermudah mobilitas warga serta distribusi hasil produksi lokal.
Berdasarkan Keputusan Bupati Lebak Nomor 620/Kep.16-PUPR/2023, total pembangunan jalan poros desa produktif ditargetkan mencapai 1.968,02 kilometer yang tersebar di 588 ruas jalan di berbagai wilayah Kabupaten Lebak.
Dari total panjang tersebut, Pemerintah Kabupaten Lebak merencanakan penanganan sekitar 30 hingga 50 kilometer per tahun, menyesuaikan dengan kemampuan anggaran daerah.
Bupati Lebak Mochamad Hasbi Asyidiki Jayabaya mengatakan pembangunan infrastruktur desa merupakan langkah strategis untuk mendukung sistem logistik dan mobilitas masyarakat di berbagai sektor.
Menurutnya, keberadaan jalan poros desa produktif akan memperkuat akses menuju kawasan ketahanan pangan, pariwisata, serta mendukung pengembangan ekonomi hijau dan biru di Kabupaten Lebak.
“Program ini merupakan bagian dari sinergi dengan prioritas pembangunan Pemerintah Provinsi Banten dan Asta Cita ke-6 dalam RPJMN 2025–2029,” kata Hasbi, beberapa hari lalu.
Selain fokus pada pembangunan infrastruktur, Hasbi bersama Wakil Bupati Amir Hamzah melalui visi Lebak Ruhay juga menegaskan komitmen memperkuat layanan dasar masyarakat.
Program tersebut mencakup peningkatan akses pendidikan, layanan kesehatan, hunian layak, serta kebijakan inklusif yang mendorong pertumbuhan ekonomi kerakyatan.
Pemerintah daerah juga mendorong pengembangan ekonomi kreatif berbasis kearifan lokal (local wisdom) serta investasi padat karya yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.
“Keberhasilan pembangunan di Lebak membutuhkan dukungan dan kolaborasi dari seluruh pihak agar manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat,” ujarnya.
Di sektor investasi, Pemkab Lebak menegaskan bahwa investasi yang masuk tidak hanya diukur dari nilai angka, tetapi juga dari dampak nyata terhadap masyarakat.
Menurut Hasbi, investasi yang berkualitas harus mampu mendorong pertumbuhan ekonomi daerah, memberdayakan UMKM, meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD), serta menyerap tenaga kerja lokal dengan tetap memperhatikan aspek lingkungan.
“Tujuan investasi di Lebak bukan sekadar angka, tetapi bagaimana memberikan manfaat nyata bagi masyarakat dan mendorong kesejahteraan yang berkelanjutan,” pungkasnya. (ADV)













