‎Deteksi Dini TBC, PARI Layani 100 Warga Lewat Rontgen Paru Gratis di Lebak ‎

Berita166 Dilihat
banner 468x60

‎Caption : Proses pemeriksaan rontgen thorax gratis di halaman Puskesmas Pajagan. 

‎INFORUHAY LEBAK – Perhimpunan Radiografer Indonesia (PARI) Pengurus Cabang (Pengcab) Serang, Banten, menggelar bakti sosial berupa screening pemeriksaan rontgen thorax gratis menjelang Musyawarah Cabang (Muscab) keempat. Kegiatan tersebut dilaksanakan di Puskesmas Pajagan, Kecamatan Sajira, Kabupaten Lebak, Sabtu (7/2/2026).

banner 336x280

‎Bakti sosial tersebut mengusung tagline “Deteksi Dini untuk Paru Sehat, Wujudkan Masyarakat Produktif”, sebagai bentuk pengabdian PARI kepada masyarakat sekaligus upaya menekan tingginya angka penyakit paru-paru, khususnya tuberkulosis (TBC) di Provinsi Banten.

‎Penanggung jawab kegiatan dari Organisasi Profesi PARI menjelaskan bahwa kegiatan ini dilatarbelakangi oleh tingginya angka kasus TBC di Indonesia yang saat ini menempati peringkat kedua tertinggi di dunia.

‎“Tujuan kami karena Indonesia termasuk negara dengan peringkat TBC tertinggi. Minimal kita melakukan pencegahan dan deteksi dini terhadap penyakit TBC. Hari ini kami melayani sekitar 100 peserta,” ujarnya.

‎Ia menegaskan, kegiatan serupa akan dilakukan secara berkelanjutan dengan lokasi yang berpindah-pindah agar menjangkau lebih banyak masyarakat.

‎“Insya Allah kegiatan ini berlanjut. Panitia akan dibentuk kembali dan ke depannya lokasi tidak hanya di sini, tapi bergantian di wilayah lain,” tambahnya.

‎Sementara itu, Ketua TP PKK Kabupaten Lebak, Belia Asyidiki Jayabaya, menyampaikan apresiasi atas inisiatif PARI dalam mendukung upaya pencegahan TBC melalui deteksi dini.

‎“Indonesia memang peringkat kedua TBC sedunia, ini menjadi PR besar bagi kita semua, terutama pemerintah daerah yang dibantu PKK. PKK ini organisasi yang sampai ke akar rumput, sampai pintu rumah masyarakat,” kata Belia.

‎Menurutnya, edukasi kepada masyarakat harus terus dilakukan, tidak hanya kepada penyintas TBC, tetapi juga keluarga terdekat.

‎“Bukan hanya penyintas yang harus minum obat, tetapi keluarga terdekat juga harus mendapatkan obat pencegahan TBC. Ini penting untuk menekan angka penularan agar tidak terus meningkat,” jelasnya.

‎Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Lebak, Eka Darmana Putra, mengungkapkan bahwa jumlah kasus TBC di Lebak saat ini mencapai hampir 10 ribu kasus dengan berbagai kategori, mulai dari kasus kronis hingga yang baru terindikasi.

‎“Ada yang sudah kronis, ada yang baru terintegrasi. Jumlahnya hampir 10 ribuan. Kami terus melakukan penjaringan dan sosialisasi, terutama kepada masyarakat yang memiliki gejala dan kelompok rentan seperti perokok berat,” ungkapnya.

‎Ia menegaskan bahwa pemerintah pusat dan daerah sangat serius dalam upaya pencegahan TBC, salah satunya melalui kolaborasi lintas sektor seperti yang dilakukan PARI dan PKK.

‎“Alhamdulillah, pemerintah daerah dengan dukungan berbagai pihak terus berupaya mencegah. Prinsipnya, mencegah itu jauh lebih baik daripada mengobati,” tegasnya.

‎Eka juga menekankan bahwa TBC sebenarnya dapat disembuhkan, asalkan pasien menjalani pengobatan secara konsisten selama enam bulan tanpa putus.

‎“TBC bisa sembuh dengan pengobatan yang konsisten. Tapi tetap, pencegahan adalah langkah terbaik. Terima kasih kepada Ibu Bupati yang sangat konsen sebagai Ketua TP PKK, selalu dekat dengan masyarakat dan aktif mendampingi kami di 43 puskesmas untuk bersama-sama mencegah TBC,” pungkasnya.

‎Dengan kegiatan ini, PARI diharapkan dapat berkontribusi nyata dalam mendukung program pemerintah menekan angka TBC serta meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya deteksi dini penyakit paru-paru. (Budi)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *