DPD Tani Merdeka: MBG Penting untuk Kualitas SDM ‎

Berita70 Dilihat
banner 468x60

Caption: Ketua Umum TMI Don Muzakir beserta Ketua DPD TMI Kabupaten Lebak Ellen Herdyansyah

‎INFORUHAY LEBAK — Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dinilai menjadi fondasi penting dalam membangun sumber daya manusia (SDM) unggul. Penilaian itu disampaikan Ketua DPD Tani Merdeka Indonesia Kabupaten Lebak, Ellen Herdyansyah, Kamis (26/2/2026).

banner 336x280

‎Menurut Ellen, kemajuan bangsa tidak cukup diukur dari pembangunan fisik seperti gedung sekolah. Negara, kata dia, perlu memastikan anak-anak memperoleh asupan gizi yang cukup dan seimbang agar siap mengikuti proses belajar.

‎Ia menilai masih adanya siswa yang berangkat sekolah tanpa sarapan atau mengalami kekurangan nutrisi merupakan ancaman serius bagi kualitas generasi masa depan. Kondisi tersebut berdampak langsung pada konsentrasi dan kemampuan belajar anak.

‎Ellen menjelaskan, sebelum MBG dilaksanakan, kebijakan sekolah gratis belum sepenuhnya menjamin kesiapan siswa di ruang kelas. “Masih banyak anak yang belajar dalam kondisi lapar sehingga sulit fokus,” ujarnya.

‎Lebih lanjut, ia menegaskan MBG bukan sekadar bantuan makanan atau pencitraan politik, melainkan strategi pembangunan manusia dengan dampak berlapis. Anak yang tercukupi gizinya dinilai lebih fokus, sehat, dan memiliki daya saing lebih baik.

‎Selain dampak pendidikan, Ellen juga menyoroti efek ekonomi dari pelaksanaan MBG. Program ini melibatkan dapur umum, tenaga kerja lokal, ahli gizi, hingga rantai distribusi pangan yang memberi kepastian pasar bagi petani, peternak, dan pelaku UMKM pangan.

‎“Petani dan peternak memiliki pasar yang lebih stabil, UMKM bergerak, dan perputaran anggaran terjadi di masyarakat,” katanya.

‎Menanggapi kritik yang menyebut MBG merugikan sektor pendidikan, Ellen menegaskan anggaran pendidikan tetap berjalan dan tidak dihapus. MBG, kata dia, justru menjadi perlindungan tambahan negara agar anak didik dapat belajar secara optimal.

‎Ia mengimbau publik agar menilai kebijakan besar berdasarkan data dan dampak, bukan sekadar narasi pesimistis. “Keputusan besar dibutuhkan untuk melahirkan generasi yang kuat,” tutupnya. (*)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *