INFORUHAY PANDEGLANG – Realisasi investasi di Kabupaten Pandeglang pada semester pertama 2026 mencapai Rp409,4 miliar atau 57,3 persen dari target tahunan sebesar Rp714 miliar.
Capaian tersebut juga menunjukkan tren positif dengan kenaikan 2,99 persen secara year on year (YoY) dibandingkan periode yang sama tahun 2025 yang tercatat Rp397,5 miliar.
Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Pandeglang, Raden Yunce Dewi, mengatakan capaian tersebut mencerminkan iklim investasi di Pandeglang yang semakin kondusif.
“Alhamdulillah capaian realisasi investasi semester pertama tahun ini cukup baik. Secara year on year juga mengalami peningkatan. Hal ini tidak terlepas dari regulasi yang semakin inklusif, pelayanan perizinan yang lebih sederhana, serta dukungan pelaku usaha dan masyarakat dalam menciptakan iklim investasi yang baik,” kata Yunce, Kamis (6/8/2026).
Dari total investasi sebesar Rp409,4 miliar, Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) mendominasi dengan nilai Rp261,86 miliar atau 64 persen. Sementara Penanaman Modal Asing (PMA) mencapai Rp147,55 miliar atau 36 persen.
Adapun lima sektor penyumbang investasi terbesar meliputi sektor tanaman pangan, perkebunan, dan peternakan sebesar Rp125,34 miliar, jasa lainnya Rp93,01 miliar, industri makanan Rp69,66 miliar, perumahan dan kawasan industri Rp38,38 miliar, serta perdagangan dan reparasi Rp27,57 miliar.
Menurut Yunce, dominasi sektor pertanian tidak lepas dari karakteristik Pandeglang sebagai daerah agraris. Namun, ia menyebut investasi di sektor lain seperti properti, telekomunikasi, dan transportasi juga mulai menunjukkan pertumbuhan.
Untuk investasi asing, terdapat tiga negara dengan kontribusi terbesar, yakni Singapura, Korea Selatan, dan Tiongkok. Realisasi investasi tersebut juga berdampak pada penyerapan sebanyak 634 tenaga kerja lokal.
Pemerintah Kabupaten Pandeglang berharap tren peningkatan investasi dapat terus berlanjut sehingga memberikan dampak terhadap pertumbuhan ekonomi daerah, penciptaan lapangan kerja, dan peningkatan pendapatan daerah.
“Kami terus mempromosikan Pandeglang sebagai daerah tujuan investasi di Banten. Saat ini terdapat lima kecamatan yang diproyeksikan menjadi kawasan industri, yaitu Bojong, Pagelaran, Sukaresmi, Cikeusik, dan Cibitung,” ujar Yunce.
Sementara itu, pengamat kebijakan publik Ari Supriadi menilai tren investasi di Pandeglang terus menunjukkan peningkatan dalam empat tahun terakhir. Menurutnya, kondisi tersebut didukung kemudahan berusaha, penyederhanaan birokrasi, situasi daerah yang kondusif, serta biaya tenaga kerja yang relatif kompetitif.
Ari menyebut total investasi yang masuk ke Kabupaten Pandeglang dalam enam tahun terakhir telah mencapai Rp6,68 triliun. Ia berharap besarnya investasi tersebut mampu memberikan dampak nyata terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat dan penyerapan tenaga kerja.
Ia juga mendorong Pemkab Pandeglang mengoptimalkan pengembangan lima kawasan industri, terutama dengan memperkuat aksesibilitas menuju Kecamatan Cibitung yang dinilai masih memerlukan dukungan infrastruktur, termasuk melalui pembangunan pelabuhan.
Selain itu, Ari menekankan pentingnya peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) agar mampu memenuhi kebutuhan industri yang terus berkembang di Kabupaten Pandeglang. (*)






