Caption: Sekretaris Komisi III DPRD Kabupaten Lebak, Medi Juanda.
INFORUHAY, LEBAK – Ketidaksesuaian data penerima bantuan sosial kembali menjadi sorotan. Sekretaris Komisi III DPRD Kabupaten Lebak, Medi Juanda, menemukan warga yang dinilai hidup dalam kondisi kurang mampu justru tercatat dalam desil 9.
Temuan tersebut didapati Medi saat turun langsung ke Kampung Lembur Sawah, Desa Cijoro Pasir, Kecamatan Rangkasbitung, Kamis (3/9/2026).
Salah satu yang disorot yakni keluarga Ibnu Padilah (45). Kondisi rumah yang berdinding tanah, lantai seadanya serta masih menggunakan kayu bakar untuk memasak menjadi perhatian Medi.
Menurut Medi, kondisi tersebut tidak sejalan dengan status desil 9 yang membuat keluarga tersebut tidak memperoleh bantuan sosial.
“Kalau kondisi seperti ini masuk desil sembilan, di mana rasa keadilannya?” kata Medi.
Medi mengatakan, persoalan ketidaksesuaian data bukan hanya terjadi pada satu keluarga. Ia mengaku menemukan sejumlah warga kurang mampu yang berada pada desil 6 hingga 9.
Padahal, kata dia, data tersebut menjadi salah satu dasar dalam menentukan penerima program bantuan pemerintah.
Karena itu, Medi meminta pemerintah pusat tidak hanya mengandalkan data administratif, tetapi memperkuat proses verifikasi di tingkat bawah.
Ia mendorong RT, RW, kepala desa, lurah, camat dan Dinas Sosial dilibatkan lebih aktif dalam proses validasi karena dianggap lebih mengetahui kondisi masyarakat secara langsung.
“Jangan sampai warga yang benar-benar membutuhkan justru kehilangan haknya hanya karena persoalan data,” ujarnya.
Medi juga meminta pemerintah mengevaluasi mekanisme pendataan berbasis desil serta memastikan data yang digunakan benar-benar menggambarkan kondisi ekonomi masyarakat.
Ia mengaku telah menyampaikan persoalan tersebut kepada pemerintah pusat melalui surat terbuka yang ditujukan kepada Presiden, Menteri Sosial, Kepala BPS hingga anggota DPR RI.
Medi memastikan akan terus mengawal persoalan tersebut bersama pemerintah daerah agar perbaikan data warga kurang mampu dapat dilakukan secara faktual dan tepat sasaran. (*)






