Lebak Perkuat Budaya Peduli Lingkungan, Sekolah dan Masyarakat Diganjar Penghargaan

Daerah39 Dilihat
banner 468x60

Caption: Jajaran pegawai Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Lebak 

INFORUHAY LEBAK – Upaya membangun kesadaran kolektif dalam menjaga lingkungan terus digencarkan Pemerintah Kabupaten Lebak melalui program penghargaan lingkungan hidup tingkat daerah. Program ini tak hanya menjadi ajang apresiasi, tetapi juga strategi edukatif untuk menumbuhkan budaya peduli lingkungan sejak dini.

banner 336x280

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Lebak, Irvan Sayutupika, menegaskan bahwa penghargaan diberikan kepada masyarakat, sekolah, hingga individu yang menunjukkan komitmen nyata dalam menjaga kelestarian lingkungan.

“Ini bukan sekadar penghargaan, tetapi bentuk dorongan agar masyarakat semakin aktif dalam menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan,” ujar Irvan, Jumat (10/4/2026).

Menurutnya, sejumlah program unggulan seperti Adiwiyata untuk sekolah dan Kalpataru bagi pegiat lingkungan menjadi instrumen penting dalam membangun kesadaran ekologis secara luas.

Program Adiwiyata sendiri kini berkembang menjadi Gerakan Peduli dan Berbudaya Lingkungan Hidup. Program nasional ini telah berjalan sejak 2006 sebagai hasil kolaborasi lintas kementerian, dengan tujuan membentuk generasi yang berkarakter dan memiliki kepedulian tinggi terhadap lingkungan.

Irvan menjelaskan, sekolah memiliki peran strategis dalam membentuk kebiasaan positif. Melalui program ini, lingkungan sekolah didorong menjadi ruang belajar yang bersih, sehat, dan nyaman, sekaligus menjadi contoh nyata bagi masyarakat sekitar.

“Sekolah bukan hanya tempat belajar akademik, tetapi juga tempat menanamkan nilai-nilai kepedulian terhadap lingkungan,” katanya.

Hingga saat ini, tercatat sebanyak 38 sekolah di Kabupaten Lebak telah menerapkan program tersebut. Dari jumlah itu, 18 sekolah meraih penghargaan tingkat kabupaten, 18 tingkat provinsi, dan 2 sekolah berhasil menembus tingkat nasional.

Capaian ini dinilai sebagai langkah positif dalam membangun budaya lingkungan yang berkelanjutan. DLH berharap, keberhasilan tersebut dapat memicu sekolah lain untuk ikut berpartisipasi dan konsisten menjalankan program serupa.

“Harapannya, kebiasaan baik yang dibangun di sekolah bisa terbawa ke rumah dan lingkungan masyarakat, sehingga tercipta perubahan nyata dalam menjaga lingkungan,” tutup Irvan.

Dengan pendekatan kolaboratif antara pemerintah, sekolah, dan masyarakat, Kabupaten Lebak terus menegaskan komitmennya dalam menciptakan lingkungan yang bersih, sehat, dan berkelanjutan. (ADV)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *