Irigasi Ciberang Rusak, 377 Hektare Sawah di Cipanas Terancam Gagal Panen

Daerah53 Dilihat

INFORUHAY LEBAK – Kerusakan jaringan irigasi di kawasan Sungai Ciberang, Kecamatan Cipanas, Kabupaten Lebak, Banten, kembali menjadi perhatian. Kondisi tersebut berdampak terhadap sekitar 377 hektare lahan persawahan yang terancam kekurangan air hingga gagal panen.

Persoalan tersebut diketahui setelah DPD Tani Merdeka Indonesia (TMI) Kabupaten Lebak melakukan pemantauan langsung ke lokasi pada Sabtu (8/8/2026) kemarin.

Ketua DPD TMI Lebak Ellen Herdyansyah mengatakan, hasil pemantauan menunjukkan sejumlah jaringan irigasi, di antaranya Irigasi Buntut, Banjar, dan Ciheuleng, tidak berfungsi sebagaimana mestinya.

“Kita sudah melakukan observasi langsung ke lapangan. Persawahan kering terdampak dari jaringan irigasi di kawasan Ciberang yang tidak lagi berfungsi,” kata Ellen. Senin (10/8/2026).

Perwakilan Gabungan Kelompok Tani Kecamatan Cipanas, Amas, menyebut kerusakan irigasi tersebut telah berlangsung sejak banjir bandang pada awal 2000.

Menurutnya, sekitar 377 hektare sawah di sedikitnya tujuh desa terdampak akibat tidak optimalnya jaringan irigasi.

“Sekitar 377 hektare sawah terdampak dan terancam gagal panen. Paling tidak ada sekitar tujuh desa yang terdampak langsung,” ujarnya.

TMI Lebak meminta pemerintah segera turun tangan menangani persoalan tersebut. Sekretaris DPD TMI Lebak Agung Purnama menilai perbaikan jaringan irigasi membutuhkan kolaborasi antara Pemerintah Kabupaten Lebak, Pemerintah Provinsi Banten, hingga kementerian terkait.

“Agar irigasi yang ada diperbaiki atau mungkin membuat irigasi baru, tentu saja ini perlu kolaborasi antara Pemda Kabupaten, Provinsi, dan kementerian terkait,” kata Agung.

Ellen menambahkan, pihaknya akan mengomunikasikan kondisi tersebut kepada pemerintah daerah agar dapat dikoordinasikan dengan pemerintah provinsi dan kementerian terkait.

“Kami akan turut mengupayakan agar irigasi di kawasan Sungai Ciberang segera dapat diperbaiki dan berfungsi kembali,” katanya. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *