INFORUHAY LEBAK – Kapolres Lebak AKBP Herfio Zaki mengakui jajaran Polres Lebak masih menghadapi berbagai keterbatasan dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di wilayah Kabupaten Lebak.
Minimnya jumlah personel hingga luasnya cakupan wilayah menjadi tantangan utama yang dihadapi setiap hari.
Hal itu disampaikan Herfio saat menerima silaturahmi jajaran Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Lebak di ruang kerjanya, Kamis (7/5/2026).
Menurut Herfio, saat ini Polres Lebak memiliki sekitar 780 personel yang harus mengawasi wilayah dengan kondisi geografis cukup luas. Bahkan, terdapat sejumlah Polsek yang hanya diperkuat sekitar 12 anggota untuk melayani satu kecamatan.
“Kurang lebih ada 780 anggota di Lebak. Dengan jumlah itu tentu masih kurang untuk meng-cover seluruh wilayah. Ada Polsek yang personelnya hanya sekitar 12 orang,” kata Herfio.
Ia menjelaskan, pengawasan terhadap anggota di lapangan juga tidak dapat dilakukan selama 24 jam penuh. Karena itu, pihaknya sangat membutuhkan dukungan dan informasi dari masyarakat.
“Kami tidak bisa 24 jam mengawasi anggota di lapangan. Saya juga tidak selalu tahu tindak tanduk mereka. Makanya kami membutuhkan informasi dari masyarakat,” ujarnya.
Herfio menegaskan, laporan yang masuk tidak hanya berkaitan dengan tindak kriminal maupun pelanggaran hukum, tetapi juga persoalan sosial yang terjadi di tengah masyarakat.
“Kadang ada laporan kriminalitas, pelanggaran, bahkan warga sakit atau persoalan sosial lainnya juga masuk ke saya. Itu artinya masyarakat masih percaya kepada polisi,” katanya.
Sebagai bentuk keterbukaan pelayanan publik, Kapolres Lebak mengaku membuka akses pengaduan masyarakat melalui akun media sosial pribadinya yang dapat diakses secara umum.
“Saya membuka media sosial untuk umum. Aduan apa pun bisa masuk setiap hari. Kadang saya cek sendiri malam hari setelah pulang kantor,” ucapnya.
Menurutnya, keterlibatan masyarakat sangat penting dalam menjaga kondusivitas wilayah mengingat keterbatasan sarana, prasarana, dan personel yang dimiliki kepolisian.
“Kami ingin anggota bergerak cepat kalau ada kejadian. Tapi fasilitas juga terbatas. Kami bukan Tuhan yang bisa sempurna, tapi kami berusaha semaksimal mungkin melayani masyarakat,” tegasnya.
Meski demikian, Herfio bersyukur kondisi keamanan di Kabupaten Lebak hingga saat ini masih relatif kondusif dibanding sejumlah daerah lain.
“Alhamdulillah saat beberapa daerah ramai aksi demo, Lebak tetap kondusif. Ini bukan kerja Kapolres saja, tapi hasil kerja bersama seluruh elemen,” katanya.
Ia juga meminta dukungan semua pihak, termasuk insan pers, agar terus menjaga stabilitas keamanan dan menyampaikan informasi yang akurat kepada masyarakat.
“Saya tidak bisa bekerja sendiri. Kapolres akan kuat kalau didukung anggota, masyarakat, dan seluruh stakeholder,” ujarnya.
Sementara itu, Penasihat PWI Lebak H Ahya menegaskan wartawan memiliki tanggung jawab menjalankan kode etik jurnalistik dalam setiap pemberitaan.
“Berita harus berimbang. Kalau tidak berimbang, wartawan juga ada sanksi. Kami rutin melakukan pembinaan kode etik setiap bulan,” katanya.
Pertemuan antara Polres Lebak dan jajaran PWI tersebut diharapkan dapat memperkuat sinergi dalam menjaga kondusivitas daerah serta menciptakan iklim informasi publik yang sehat, akurat, dan berimbang. (*)













