‎Dua Anak Tewas Tenggelam di Proyek Bendungan Karian, Kumala Kecam K3 BBWSC Banten

Berita38 Dilihat
banner 468x60

Caption: Dua anak usia sekolah dasar meninggal dunia setelah tenggelam di lokasi galian proyek sodetan Bendungan Karian, Desa Mekarsari, Kecamatan Maja, Kabupaten Lebak,

INFORUHAY LEBAK – Peristiwa tragis terjadi di area proyek sodetan Bendungan Karian, Desa Mekarsari, Kecamatan Maja. Dua anak berusia sekitar 8 tahun dilaporkan meninggal dunia setelah tenggelam di galian proyek saat hujan deras mengguyur wilayah tersebut, sekitar pukul 13.00 WIB.

banner 336x280

Kedua korban merupakan warga Kampung Pasir Makam, Desa Mekarsari. Mereka terdiri dari satu anak laki-laki dan satu anak perempuan yang masih duduk di bangku kelas 2 Sekolah Dasar (SD).

Informasi yang beredar di masyarakat, salah satunya melalui unggahan media sosial, menyebutkan kedua anak diduga tengah bermain air di sekitar lokasi sebelum akhirnya terperosok ke dalam saluran atau galian proyek yang terisi air.

“Diduga bocah ini asyik main air sehingga terperosok ke lorong saluran air,” demikian kutipan informasi yang beredar di media sosial warga.

Diduga, galian proyek yang cukup dalam serta arus air yang deras saat hujan menjadi penyebab korban tidak dapat menyelamatkan diri.

Ketua Umum Koordinator Kumala, Rohimin, mengecam keras kejadian tersebut. Ia menilai insiden ini sebagai bentuk kelalaian dalam penerapan keselamatan dan kesehatan kerja (K3) di proyek yang berada di bawah naungan BBWSC Banten.

“Dua anak meninggal dunia di lokasi proyek. Kami mengecam BBWSC Banten dan mempertanyakan penerapan K3. Seharusnya ada pengamanan yang jelas agar kejadian seperti ini tidak terulang,” ujar Rohimin, Rabu (15/4/2026).

Menurutnya, proyek infrastruktur wajib dilengkapi sistem pengamanan, seperti pembatas area berbahaya, pengawasan, serta rambu peringatan, terutama jika berada dekat dengan permukiman warga.

“Ini menjadi perhatian serius. Kami menduga ada kelalaian dari aspek keselamatan proyek. Kami meminta BBWSC segera memberikan klarifikasi kepada masyarakat, khususnya keluarga korban,” tegasnya.

Kumala juga menyatakan akan melayangkan aksi jika dalam waktu dekat tidak ada tanggapan dari pihak terkait.

Sementara itu, suasana duka menyelimuti keluarga korban. Kedua jenazah telah disemayamkan di rumah duka dan dimakamkan dengan diiringi tangis keluarga serta warga sekitar.

Hingga berita ini diturunkan, pihak awak media masih berupaya mengonfirmasi pihak kontraktor proyek terkait sistem pengamanan di lokasi galian. (*)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *