Caption: Gubernur Banten Andra Soni beserta jajaran pengurus tim Adhyaksa FC (foto: dokumen Adhyaksa FC)
INFORUHAY SERANG – Kabar kepindahan homebase Adhyaksa FC Banten ke luar daerah usai promosi ke Super League Liga 1 akhirnya ditepis manajemen klub. Presiden klub, Eko Setyawan, memastikan tim berjuluk Laskar Adhyaksa itu tetap bermarkas di Provinsi Banten.
Pernyataan itu disampaikan menyusul maraknya isu perpindahan kandang klub yang ramai diperbincangkan di berbagai media dan kalangan pecinta sepak bola nasional.
“Ada tawaran homebase dari beberapa kepala daerah termasuk lima gubernur, tapi saya tetap memprioritaskan Banten sebagai homebase,” ujar Eko Setyawan melalui siaran persnya yang diterima Inforuhay. Jumat (15/5/2026).
Menurut Eko, dukungan Pemerintah Provinsi Banten, pemerintah kabupaten/kota, hingga suporter menjadi alasan utama klub tetap bertahan di Tanah Jawara.
“Kami memulai dari liga amatir di Banten. Tentunya selama Pemerintah Provinsi Banten, pemda kabupaten/kota serta Jawara Mania mendukung kami, kami siap bermarkas di Banten,” tegasnya.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada masyarakat Banten yang dinilai memiliki peran besar dalam perjalanan klub hingga berhasil promosi ke kasta tertinggi sepak bola Indonesia.
“Terima kasih kepada Pemprov Banten, masyarakat Banten dan Jawara Mania atas segala bentuk dukungannya,” tambahnya.
Perjalanan Adhyaksa FC Banten menuju Liga 1 terbilang singkat namun impresif. Klub tersebut berdiri pada 2020 dengan nama Farmel FC dan berbasis di Tangerang.
Dari kompetisi Liga 3 regional, klub itu perlahan naik level. Setelah empat musim berjuang di Liga 3, Farmel FC sukses promosi ke Liga 2 usai menjadi juara musim 2023/2024.
Memasuki Liga 2, klub kemudian menggandeng Persaja atau Persatuan Jaksa Indonesia dan berganti nama menjadi Adhyaksa FC Banten dengan homebase di Banten International Stadium.
Perubahan identitas tersebut membawa dampak besar terhadap performa tim. Hanya dalam satu musim di Liga 2, Adhyaksa FC Banten berhasil tampil sebagai juara dan memastikan tiket promosi ke Super League Liga 1 musim depan.
Keberhasilan itu sekaligus menandai perjalanan klub dari tim amatir hingga menembus kasta tertinggi sepak bola nasional hanya dalam waktu beberapa tahun. (*)













