Caption : Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Kepala BKKBN RI, Wihaji,ketika turun ke Lebak
INFORUHAY LEBAK – Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Kepala BKKBN RI, Wihaji, meninjau langsung penanganan stunting di wilayah pedalaman Kabupaten Lebak, Banten, Kamis (30/4/2026). Dalam kunjungan ke Kecamatan Leuwidamar, Wihaji menyalurkan bantuan kepada Keluarga Risiko Stunting (KRS) sekaligus memastikan program intervensi pemerintah berjalan tepat sasaran hingga tingkat keluarga.
Kunjungan tersebut merupakan bagian dari program Saba Budaya yang dipadukan dengan pemantauan program prioritas, termasuk pelaksanaan Makan Bergizi Gratis (MBG) 3B serta pelayanan KB serentak dalam rangka HUT ke-75 Ikatan Bidan Indonesia.
Wihaji menegaskan bahwa penanganan stunting harus dilakukan secara terpadu dan tidak parsial. Menurutnya, pendekatan yang menyentuh langsung keluarga menjadi kunci dalam menurunkan angka stunting.
“Kehadiran pemerintah hingga ke pelosok adalah bentuk komitmen nyata. Intervensi ini harus berkelanjutan agar anak-anak tumbuh sehat dan berkualitas,” ujar Wihaji.
Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor, mulai dari intervensi gizi, edukasi keluarga, hingga penguatan layanan kesehatan dasar.
Wakil Gubernur Banten, Achmad Dimyati Natakusumah, mengapresiasi langkah pemerintah pusat dalam mempercepat penanganan stunting di daerah. Ia menyebut dukungan tersebut menjadi dorongan bagi pemerintah daerah untuk meningkatkan pelayanan kesehatan dan pemenuhan gizi masyarakat.
Sementara itu, Wakil Bupati Lebak, Amir Hamzah, menilai kegiatan ini memperkuat sinergi antara pemerintah pusat, provinsi, dan daerah dalam upaya pencegahan stunting sejak dini.
Plt. Kepala Perwakilan BKKBN Banten, Yuda Ganda Putra, menjelaskan bahwa bantuan kepada KRS merupakan bagian dari intervensi spesifik yang dilakukan secara terukur dan berkelanjutan, disertai pendampingan intensif bagi keluarga penerima.
Kegiatan ini turut dihadiri Anggota DPR RI Fraksi Golkar Ade Rossi, unsur Forkopimda, serta jajaran BKKBN Banten.
Pemerintah berharap, intervensi langsung hingga wilayah terpencil dapat mempercepat penurunan stunting secara merata serta meningkatkan kualitas generasi masa depan Indonesia. (*)













