INFORUHAY LEBAK – Proyek pembangunan bronjong atau bangunan perkuatan tebing di Sungai Cisimeut, Kabupaten Lebak, diklaim telah dilaksanakan sesuai dengan Rencana Anggaran Biaya (RAB) yang telah ditetapkan pemerintah.
Proyek yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) dengan nilai kontrak sebesar Rp400.008.600 tersebut bertujuan memperkuat tebing sungai sekaligus mengurangi risiko longsor akibat luapan air saat musim hujan dan banjir.
Mandor lapangan berinisial OB, yang setiap hari mengawasi proses pekerjaan, mengatakan seluruh tahapan pelaksanaan proyek mengacu pada spesifikasi teknis dan ketentuan yang tercantum dalam RAB.
“Dalam melaksanakan proyek bronjong ini, pihak perusahaan mengikuti ketentuan yang telah ditetapkan dalam RAB, baik dari sisi pekerjaan maupun material yang digunakan,” ujar OB saat ditemui di lokasi proyek.
Menurutnya, kualitas konstruksi menjadi perhatian utama karena bangunan bronjong memiliki fungsi vital dalam melindungi kawasan sekitar sungai dari ancaman abrasi dan longsor.
Ia menjelaskan, material kawat bronjong yang digunakan telah disesuaikan dengan spesifikasi teknis yang ditentukan dalam dokumen proyek, yakni menggunakan Wire Light Galvanized dengan ukuran D2,7 dan D3,4.
“Kami tidak ingin bekerja asal-asalan karena proyek ini berkaitan langsung dengan keselamatan masyarakat. Material yang digunakan sesuai spesifikasi yang telah ditetapkan,” katanya.
Fungsi Bronjong untuk Mitigasi Bencana
Secara teknis, bronjong merupakan konstruksi yang tersusun dari anyaman kawat berisi batu belah yang berfungsi menahan gerusan air, memperkuat tebing sungai, serta mengurangi risiko erosi dan longsor.
Pembangunan bronjong di daerah aliran sungai dinilai penting, terutama pada wilayah yang rawan banjir dan memiliki kontur tanah yang mudah tergerus arus air.
Dengan adanya bangunan perkuatan tebing tersebut, diharapkan daya tahan tebing Sungai Cisimeut dapat meningkat sehingga mampu memberikan perlindungan lebih baik bagi lingkungan sekitar dan aktivitas masyarakat yang berada di dekat bantaran sungai.
Proyek ini juga menjadi bagian dari upaya pemerintah dalam memperkuat infrastruktur pengendalian bencana sekaligus menjaga keberlanjutan kawasan sungai di Kabupaten Lebak. (Lugaey).






