Bupati Lebak Tekankan Optimalisasi Lahan Tidur untuk Perkuat Ketahanan Pangan

Berita, Daerah51 Dilihat
banner 468x60

Caption: Bupati Lebak Mochamad Hasbi Asyidiki Jayabaya tengah melaksanakan audiensi dengan akademisi dari Institut Pertanian Bogor (IPB) di Pendopo Bupati Lebak, Senin (6/4/2026).

INFORUHAY LEBAK – Bupati Lebak, Mochamad Hasbi Asyidiki Jayabaya, menegaskan komitmennya dalam memperkuat ketahanan pangan daerah melalui optimalisasi lahan tidak produktif menjadi lahan pertanian yang bernilai ekonomi tinggi.

banner 336x280

Hal tersebut disampaikan Hasbi saat menerima audiensi akademisi dari Institut Pertanian Bogor (IPB) di Pendopo Bupati Lebak, Senin (6/4/2026). Pertemuan ini membahas rencana pemanfaatan lahan tidur seluas 100 hektare di Desa Cimanyangray, Kecamatan Gunung Kencana, untuk dijadikan sawah produktif.

Menurut Hasbi, Kabupaten Lebak memiliki potensi agraris yang besar, namun belum sepenuhnya dimanfaatkan secara optimal. Oleh karena itu, kolaborasi dengan kalangan akademisi dinilai penting untuk menghadirkan solusi berbasis riset.

“Pemanfaatan lahan harus dimaksimalkan. Lebak ini daerah agraris, potensinya besar. Kita tidak boleh membiarkan lahan tidur terbengkalai,” tegas Hasbi.

Ia menambahkan, penguatan sektor pertanian tidak hanya berhenti pada peningkatan produksi, tetapi juga harus menyentuh aspek hilirisasi atau pengolahan hasil.

“Kami ingin Lebak tidak hanya kuat dalam produksi, tetapi juga dalam pengolahan hasil pertanian agar memiliki nilai tambah bagi petani,” ujarnya.

Hasbi juga mengungkapkan bahwa Pemkab Lebak telah menyiapkan berbagai infrastruktur pendukung, termasuk fasilitas rice milling unit (RMU) sebagai bagian dari modernisasi pertanian.

Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya peran akademisi dalam memberikan arah kebijakan yang tepat sasaran.

“Kami membutuhkan saran dan masukan berbasis data dan riset. Dengan begitu, setiap program yang dijalankan benar-benar efektif dan berdampak langsung bagi masyarakat,” kata Hasbi.

Sementara itu, tim akademisi IPB melalui program Pusat Pengkajian Perencanaan dan Pengembangan Wilayah (P4W) akan memulai tahapan awal berupa survei lapangan dan pengambilan sampel air tanah untuk memastikan kesiapan lahan.

Program kolaborasi ini diharapkan mampu mengubah lahan tidak produktif menjadi lumbung padi baru, sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani dan memperkuat ketahanan pangan di Kabupaten Lebak.

Dengan sinergi antara pemerintah daerah dan perguruan tinggi, Hasbi optimistis sektor pertanian Lebak akan semakin maju, mandiri, dan berkelanjutan. (*)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *